Delicious LinkedIn Facebook Twitter RSS Feed
Diberdayakan oleh Blogger.

Surat Terbuka untuk Rektor Anyar: Mahasiswa perlu Rangkulan

Setelah sekian bulan gak nge-blog, kali ini mau coba ikut event nulis surat terbuka untuk rektor baru yang di adakan LPM INSTITUT UIN Syahid Jakarta.
Bismillah, semoga masih dalam kode etik :D

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam Takzim Untukmu, Nakhoda baru kami di Kampus Peradaban Islam

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Sebelum berceloteh hambar, izinkan ‘hamba’ mengulur tangan memintamu untuk melirik barang sekilas saja. Bisa dibilang, 'hamba' hanyalah bibit yang baru saja tertanam di semesta Peradaban Islam ini. Yang bahkan ketika perdana menapaki kaki, tersorot netra pada gedung-gedung yang menjulang tinggi tanpa kepongahan dan hingar-bingarnya lautan manusia penuh warna.

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Sebagai bibit yang baru ditanam, bisa apa ‘hamba’ ini pak? Teman tak banyak, wawasan terbatas, aktifitas monoton apalagi prestasi, NOL!
Ketika OPAK, taukah Bapak siapa yang paling ‘hamba’ cari? REKTOR Kampus Peradaban Islam! ‘Hamba’ bertanya-tanya seperti apa rektor di kampus ini. Bagaimana sosok pak Komaruddin Hidayat yang baru ‘hamba’ tahu dialah Sang Rektor. Mungkinkah ‘hamba’ bisa melihatnya secara dekat, karena rasanya masih mustahil jika ‘hamba’ yang masih bibit baru ini untuk bisa ber-say hello dengannya.

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Hari terus berlari, kian lama ‘hamba’ mulai bisa beradaptasi di Kampus Peradaban Islam ini. Namun, tak jua ‘hamba’ temukan sosok rektor di tiap sudut kampus. Perdana dan terakhir lihat pun kala upacara pembukaan OPAK di lapangan sana. Dengan lautan manusia dan teriknya matahari, ‘hamba’ tidak terlalu jelas mendengar bait-bait sambutannya. Dari kejauhan, ‘hamba’ mengamati ketika beliau di kawal begitu ketat. “Oh, ternyata seperti itu sosok rektorku.”
Kemana saja beliau? Mungkin dia begitu sibuk dengan jam terbangnya yang tinggi. Atau, bisa saja dia sudah sangat nyaman duduk di singgasana rektor yang terkesan begitu pongah jika terlihat dari luar. “Pak, ingin sekali rasanya bibit yang baru tertanam ini memasuki ruang itu.”

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Entah senang atau sedih, ketika ‘hamba’ mendengar bahwa Kampus Peradaban Islam tercinta ini akan mengadakan transisi pergantian rektor baru.
Sedih, karena ‘hamba’ masih belum merasakan efek dari sosok rektor. Bagaimana karakternya, apa saja kebijakan-kebijakannya serta bagaimana gaya kepemimpinannya selama dua periode menakhodai semesta UIN Jakarta yang kini berjuluk Kampus Peradaban Islam.
Senang, karena jika ada rektor baru akan ada harapan-harapan baru yang bersemi. Memunculkan asa untuk lebih bisa mengenal sosok pemimpin ‘hamba’. Bukankah pemimpin baru lahir bersama sejuta harapan baru? Berharap itu tak sekedar bualan tanpa dosa.

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Dari bibit yang baru saja tertanam, ‘hamba’ ucapkan selamat atas terpilihnya Bapak sebagai rektor baru kami periode 2015-2019. Semoga syukur dan tawaduk menghiasi hati Bapak sebagai ‘pemenang’.
Pak, tentu banyak asa dan cita-cita yang membinari netra kami pada Bapak. ‘Hamba’ hanya satu dari dua puluh ribu mahasiswa yang ingin langsung menyampaikan semua itu lewat deretan aksara hambar ini.
Pak, lewat kisah yang terukir tadi semoga Bapak bisa memahami seperti apa keinginan kami terhadap Bapak. Kami ingin di rangkul. Kami ingin mendapat bimbingan dan perhatian lebih intim. Kami ingin diboyong bersama mendaki puncak-puncak emas.

Padamu, Prof. Dr. Dede Rosyada!
Melihat rancangan visi-misi Bapak terhadap UIN memunculkan kerut di dahi ‘hamba’. ‘Hamba’ setuju dengan visi-misi Bapak mengenai channel-channel yang ingin Bapak perluas di kancah internasional, sebab itulah hak pemimpin. Hanya saja, terlihat dari situ jika Bapak lebih ingin memberdayakan para dosen. Lalu bagaimana dengan para mahasiswanya?
‘Hamba’ khawatir jika Bapak memfokuskan pada para dosen untuk Go internasional, lalu Bapak lupa dengan kami aktor terpenting di kampus ini. ‘Hamba’ sepakat jika pengalaman akademik dosen meningkat maka akan menguntungkan mahasiswa juga. Namun, cobalah Bapak berpikir sejenak.
Sekali lagi ‘hamba’ katakan, kami ingin lebih dirangkul Pak.

Padamu, Prof. dr. Dede Rosyada!
Lewat organisasi, UKM, LSO maupun komunitas di kampus kami bereksplorasi. Meretas kreatifitas tanpa batas. Lewat seminar dan diskusi publik kami beropini. Mengkritisi kejanggalan dinamika dunia. Lewat pengajaran kami belajar di kelas. Mencari bekal ilmu untuk kemaslahatan bersama.
Mampirlah sebentar saja Pak. Pintu selalu terbuka, menanti dengan setia nakhoda untuk sekedar menyapa.

Salam rindu untuk pemimpin baru, dari bibit yang belum lama tertanam di semesta Peradaban Islam!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.